Bengkulu — Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu memberikan sambutan yang sarat pesan dalam Sosialisasi Program Lazismu 2026 dan Penyaluran Program Beasiswa Sang Surya, Beasiswa Mentari, dan Peduli Guru. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan pentingnya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dipercayakan oleh masyarakat.
Rektor mengingatkan bahwa amanah yang diemban oleh Lazismu UM Bengkulu bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut kepercayaan dan hak para mustahiq serta donatur. "Transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Setiap rupiah yang masuk harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan kepada publik," ungkap Rektor.
Lebih lanjut, Rektor mendorong seluruh jajaran pengelola Lazismu untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam manajemen keuangan lembaga. Sistem pelaporan yang baik, audit yang berkala, serta keterbukaan informasi kepada publik menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Beliau juga berharap agar capaian yang diraih pada tahun 2025 ini tidak hanya dilihat dari sisi nominal, tetapi lebih pada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat. Dengan tata kelola yang baik dan bersih, Rektor yakin Lazismu UM Bengkulu dapat menjadi lembaga zakat yang dipercaya dan menjadi teladan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.