Bengkulu — Momen Sosialisasi Program Lazismu 2026 dan Penyaluran Program Beasiswa Sang Surya, Beasiswa Mentari, dan Peduli Guru semakin bermakna dengan hadirnya tausyiah yang menggugah kesadaran tentang keutamaan zakat dan sedekah. Dr. Abdul Hafiz, M.A. yang sering juga dipanggil dengan Buya Hafiz menyampaikan pesan-pesan mendalam yang mengingatkan hadirin tentang pentingnya berinfak di jalan Allah, khususnya di saat sehat dan lapang.
Dalam tausyiahnya, Buya Hafiz mengupas tentang keutamaan bersedekah beserta ancaman bagi mereka yang kikir dan enggan berbagi. Merujuk pada sejumlah hadis dan ayat Al-Qur'an, beliau menjelaskan bahwa sifat kikir atau pelit dalam bersedekah sejatinya hanya merugikan diri sendiri. Harta yang ditahan justru tidak membawa keberkahan, sebaliknya harta yang disedekahkan akan terus bertumbuh dan menjadi bekal di akhirat.
Bersedekahlah Ketika Sehat, Jangan Menunggu Sakit
Salah satu poin penting yang ditekankan Buya Hafiz adalah anjuran untuk bersedekah di saat masih sehat dan mampu. Beliau mengingatkan bahwa ketika seseorang tertimpa sakit, barulah ia memohon kepada Allah agar diberi kesembuhan, sementara sebelumnya enggan berbagi kepada sesama. "Bersedekah ketika sehat adalah bukti keikhlasan. Jangan sampai kita baru ingat untuk beramal ketika tubuh sudah lemah dan baru sibuk meminta kepada Allah," tutur penceramah.
Penceramah juga mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen sosial yang mampu menggerakkan roda perekonomian umat. Dengan menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan di sekitarnya.
Tausyiah ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta yang hadir dan diharapkan menjadi motivasi bagi civitas akademika UM Bengkulu untuk semakin giat berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui Lazismu UM Bengkulu.